Rantingpdiperjuangankedaung’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Archive for Juli, 2008

Indo Barometer: PDI Perjuangan Partai Terfavorit

Posted by rantingpdiperjuangankedaung pada Juli 11, 2008

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) merupakan Partai yang paling favorit. Demikian hasil survey yang dilakukan secara nasional, yang dilansir lembaga survey Indo Barometer di Hotel Century Park, Jakarta, Rabu (9/7).

Hasil survey tersebut menunjukkan, PDI Perjuangan memperoleh nilai tertinggi sebesar 23,8 persen. Jauh mengungguli partai-partai lainnya seperti partai Golkar, Demokrat, PKS dan PKB.

“Urutan pertama adalah PDI Perjuangan 23,8 persen, disusul partai Golkar dengan perolehan 12 persen,” ungkap M. Qodari, Direktur Eksekutif Indo Barometer seraya mengungkapkan, survey independen ini diselenggarakan Indo Barometer dari tanggal 5-16 Juni 2008 .

Sebelumnya, pada tanggal 29 Juni 2009, Indo Barometer juga merilis hasil survey untuk pemilihan Presiden yang akan dilaksanakan tahun depan. Hasil dari survey yang melibatkan 1200 sampel yang diambil secara nasional pada 5-16 Juni itu menempatkan Ketua Umum Hj. Megawati Soekarnoputri memperoleh nilai tertinggi yaitu 30,4 persen, unggul atas SBY.

Dengan melihat hasil yang dikeluarkan oleh lembaga survei Indo Barometer tentang pilpres dan Partai favorit, karena PDI Perjuangan selama ini kerja keras partai berjalan dengan semestinya dan kesolidan kader menjadikan PDI Perjuangan selalu unggul.

Iklan

Posted in Uncategorized | 1 Comment »

PDI Perjuangan Kuasai Bali-Maluku

Posted by rantingpdiperjuangankedaung pada Juli 10, 2008

Pasangan gubernur dan wakil gubernur yang didukung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDI Perjaungan dan koalisinya menguasai pemilihan kepala daerah di Provinsi Bali dan Provinsi Maluku, yang sama-sama dilaksanakan hari Rabu (9/7) kemarin.
Di Bali, pasangan Made Mangku Pastika-AA Ngurah Puspayoga, yang didukung PDI Perjuangan, untuk sementara memperoleh 56,40 persen suara, sedangkan pasangan Karel Albert Ralahalu-Said Assagaff yang diusung PDI Perjuangan bersama PKPI, PPNUI, PBR, dan Partai Demokrat meraih 61,81 persen suara.

Demikian hasil penghitungan cepat dari Lingkaran Survei Indonesia bersama Jaringan Isu Publik. Adapun menurut Lembaga Survei Indonesia, pasangan Pastika-Puspayoga unggul dengan 54,94 persen suara.

Lingkaran Survei Indonesia juga mencatat pasangan Cokorda Budi Suryawan-Nyoman Gede Suweta, dukungan Partai Golkar bersama enam partai lain, menempati posisi kedua dengan dukungan 25,09 persen, sedangkan pasangan Gede Winasa-Alit Putra (Partai Demokrat bersama 11 partai lain) memperoleh dukungan 18,51 persen suara. Penghitungan cepat dilakukan di 300 tempat pemungutan suara (TPS) dari 5.683 TPS.

Hasil penghitungan cepat Lembaga Survei Indonesia tak jauh berbeda. Cokorda Budi Suryawan-Nyoman Gede Suweta mengumpulkan 26,05 persen suara, sementara pasangan Gede Winasa-Alit Putra 19,01 persen suara. Total tingkat partisipasi warga Bali dalam pilkada kali ini mencapai 76,63 persen. Penghitungan cepat Lembaga Survei Indonesia ini dilakukan di 400 TPS di seluruh wilayah Bali.

Jika hasil penghitungan cepat oleh Lingkaran Survei Indonesia itu benar, itu jauh di atas prediksi kubu Cokorda Budi Suryawan-Nyoman Gede Suweta yang memperkirakan dukungan 40-50 persen.

Di tempat terpisah, Alit Putra menyatakan legowo dengan hasil itu.

Maluku

Di Maluku, pasangan Karel Albert Ralahalu-Said Assagaff menang telak dengan 61,81 persen suara berdasarkan penghitungan cepat Lingkaran Survei Indonesia dan Jaringan Isu Publik. Ralahalu-Assagaff menang di atas 50 persen di 8 kabupaten/kota.

Posisi kedua ditempati pasangan Abdullah Tuasikal-Septinus Hematang (26,04 persen) yang unggul di Kabupaten Maluku Tengah, disusul Azis Samual-Lukas Uwuratuw (6,15 persen) dan Muhammad Abdullah Latuconsina-Edward Frans (6 persen). Data itu berdasarkan analisis 87,71 persen sampel yang masuk per pukul 20.00. Jumlah sampel 350 TPS.

Setyadarma, Supervisor Riset Bidang Teknis, menilai perolehan suara itu tak ada banyak perubahan, terutama urutan pertama dan kedua.

Selisih urutan pertama dan kedua sangat jauh sehingga tidak akan mengubah posisi dengan sampling error 2 persen. Perubahan yang mungkin terjadi adalah urutan ketiga dan keempat karena selisihnya hanya 0,15 persen.

Eka Kusmayadi, Direktur Riset Jaringan Isu Publik, Rabu, menjelaskan, Ralahalu-Assagaff menang telak karena berdasarkan survei figur Ralahalu paling populer. Mayoritas pemilih menyukai Ralahalu karena dinilai berhasil memperbaiki keamanan pascakonflik. Masyarakat memandang kestabilan keamanan ini sebagai prestasi bagi Ralahalu.

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

PDI Perjuangan Nomor 28

Posted by rantingpdiperjuangankedaung pada Juli 10, 2008

PDI Perjuangan mendapat nomor urut 28 pada pengundian yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Rabu (9/7) di Jakarta, yang akan digunakan dalam Pemilu 2009.
Puan Maharani, yang hadir mewakili PDI Perjuangan dalam pengundian nomor tersebut, menganggap nomor 28 yang menjadi nomor urut partainya tidak menjadi masalah dan berpengaruh pada pemilu 2009 mendatang. “Tidak ada masalah dan tidak akan berpengaruh pada pemilu 2009 mendatang. PDI Perjuangan akan merebut kembali suara rakyat di pemilu 1999 yang lalu, dengan cara mengambil hati wong cilik,” ujar Puan.

Berikut ini urutan selengkapnya:

1. Partai Hati Nurani Rakyat
2. Partai Karya Peduli Bangsa
3. Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia
4. Partai Peduli Rakyat Nasional.
5. Partai Gerakan Indonesia Raya
6. Partai Barisan Nasional
7. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia
8. Partai Keadilan Sejahtera
9. Partai Amanat Nasional
10. Partai Perjuangan Indonesia Baru
11. Partai Kedaulatan
12. Partai Persatuan Daerah
13. Partai Kebangkitan Bangsa
14. Partai Pemuda Indonesia
15. Partai Nasional Indonesia Marhaenisme
16. Partai Demokrasi Pembaruan
17. Partai Karya Perjuangan
18. Partai Matahari Bangsa
19 Partai Penegak Demokrasi Indonesia
20. Partai Demokrasi Kebangsaan
21. Partai Republika Nusantara
22. Partai Pelopor
23. Partai Golongan Karya
24. Partai Persatuan Pembangunan
25. Partai Damai Sejahtera
26. Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia
27. Partai Bulan Bintang
28. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDI Perjuangan )
29. Partai Bintang Reformasi
30. Partai Patriot
31. Partai Demokrat
32. Partai Kasih Demokrasi Indonesia
33. Partai Indonesia Sejahtera
34. Partai Kebangkitan Nasional Ulama.

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Konsistensi PDIP di Bali

Posted by rantingpdiperjuangankedaung pada Juli 10, 2008

PEMILIHAN Gubernur Bali yang berakhir kemarin mencatat hasil menarik. Menarik karena untuk pertama kali dalam pilkada gubernur setahun terakhir seorang calon meraih suara lebih dari 50%. Sebelumnya, memang ada Fadel Muhammad yang menang lebih dari 70% di Pilkada Gorontalo.

Menurut perhitungan cepat yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI), calon Partai Demokrasi Demokrasi Perjuangan (PDIP) Made Mangku Pastika meraih 54% suara, jauh meninggalkan lawan-lawannya. Kemenangan Pastika agak berbeda dari kemenangan Fadel di Gorontalo dari sisi bobot kompetisi.

Fadel menang telak karena nyaris tanpa kompetitor. Lawannya bahkan harus ‘dibayar” untuk bertarung agar memenuhi syarat yang ditetapkan Undang-Undang tentang Pemilihan Kepala Daerah. Kemenangan Pastika yang telak di Bali diraih dalam kompetisi yang seru. Lawannya adalah tokoh-tokoh yang memiliki basis pengaruh yang tidak kecil.

Hasil Pilkada Bali menegaskan kembali bahwa kualitas tokoh adalah penting. Pastika selama berkarir di kepolisian dikenal sebagai orang bersih. Kredibilitas dan kapasitasnya mendunia ketika memimpin pengungkapan bom Bali.

Terlepas dari kapasitas individu, pemilihan Gubernur Bali menarik dari aspek ini. Yaitu hasil pemilihan gubernur sama dengan hasil pemilihan presiden tahun 2004. Di daerah lain hasil pemilihan gubernur bertolak belakang dengan hasil pemilihan presiden tahun 2004. Itu dialami Golkar di sejumlah daerah pemilihan.

Selain Bali, hasil paralel pemilihan gubernur dan pemilihan presiden yang dicatat PDIP adalah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam Pilkada yang baru lalu calon PDIP menang atas calon Golkar. Khusus untuk NTT, hasil pilkada (gubernur) tidak paralel dengan hasil pemilu legislatif yang dimenangkan Golkar. Hal ini berbeda dengan Bali di mana PDIP memperlihatkan konsistensi paralel antara pilkada (gubernur), pemilu legislatif, dan pemilhan presiden.

Apa yang bisa dijelaskan dari kemenangan PDIP di Bali? Tanpa meremehkan ketokohan seorang Made Mangku Pastika, Bali dan PDIP telah memperlihatkan integrasi antara partai dan pendukungnya. Integrasi inilah yang menjadi faktor tersulit dalam eksistensi partai-partai di Indonesia.

Ketika sebuah partai terintegrasi dengan rakyatnya, identitas tokoh dan kejernihan visi dan misi tidak lagi diperlukan. Telah tercipta fanatisme partai di kalangan pendukungnya. Fanatisme ini dalam beberapa hal terlihat ada di Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan PDIP di Bali.

Tidak seperti partai lain, pemilih PDIP di Bali tidak lagi menjadi pemilih yang liar. Rasionalitas mereka adalah rasionalitas fanatisme.

Adalah tidak mudah mencapai status integrasi antara partai dan pengikutnya.

Bagi orang Bali, PDIP dengan tokoh Megawati Soekarnoputri adalah buah temali tradisional-kultural. Soekarno yang menjadi pemimpin besar Indonesia dianggap dan dipuja sebagai anak kandung Bali. Megawati beruntung dari persepsi ini.

Di tempat lain, penderitaan Megawati selama masa pemerintahan Pak Harto tidak terlalu menjadi simpati yang bertahan lama. Terbukti PDIP hanya menang pemilu 1999 – setelah Mega dizalimi Orde Baru – tetapi kalah lagi dalam pemilu 2004 setelah Mega memerintah dan kader-kader PDIP berkiprah di berbagai daerah secara tidak siap.

Di Bali PDIP memiliki basis simpati kultural-tradisional. Inilah yang menciptakan integrasi yang awet antara PDIP dengan masyarakat Bali. Integrasi itu menemukan harmoni pada sosok Made Mangku Pastika. Seorang polisi yang berprestasi, rendah hati, dan bersih.

Analisis sosiologis seperti ini akan mendapat ujian baru dan berat bagi PDIP di Bali bila partai berlambang banteng gemuk bermoncong putih ini kelak tidak lagi memancarkan warisan Soekarno. Dengan kata lain, integrasi Bali dan PDIP akan mendapat ujian sesungguhnya pada era PDIP setelah Megawati.

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »