Rantingpdiperjuangankedaung’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Archive for the ‘Uncategorized’ Category

INTRUKSI KETUA UMUM PDI PERJUANGAN

Posted by rantingpdiperjuangankedaung pada Agustus 26, 2008

Banteng-banteng PDI Perjuangan :
1. Himpun dan bangun kekuatan politik rakyat
2. Perjuangkan kepentingan rakyat
3. Ciptakan Harapan bagi rakyat.
4. Berjuang: rebut kemenangan!!!
Persoalan yang dihadapi bangsa ini memang
amat berat. Oleh sebab itu berhentilah
bertengkar, jangan suka mengutuk diri
sendiri. Mengutuk diri sendiri itu pertanda
mental bangsa terjajah. Kita punya satu
kekuatan untuk keluar dari persoalan ini yaitu
PERCAYA DIRI DAN GOTONG ROYONG!!!

Iklan

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Hut Kemerdekaan RI bersama PDI Perjuangan Se Kab. Tangerang

Posted by rantingpdiperjuangankedaung pada Agustus 25, 2008

Massa fanatik simpatisan dan kader Partai Demokrasi Perjuangan (PDI P) tumpah ruah memadati Lapangan Cilenggang, Kecamatan Serpong, Kabupaten Tangerang, Minggu (24/8). Mereka bersama Puan Maharani (Putri Megawati) dan Wakil Bupati Tangerang H Rano Karno untuk merayakan HUT Republik Indonesia ke-63.
Acara bertema “Semarak Merah Putih, Gotong-Royong Membangun Negeri” ini dimulai dengan gerak jalan santai dengan rute 2 kilo meter sepanjang Jalan Raya Cilenggang-Serpong dan dilanjutkan dengan pembagian hadiah serta door prize dan hiburan.
Diantara petinggi partai berlambang Banteng Moncong Putih itu juga hadir, yaitu Fraksi PDIP DPR RI, Sutradara Ginting dan Ketua DPP PDIP Adang Ruhyatna

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Indo Barometer: PDI Perjuangan Partai Terfavorit

Posted by rantingpdiperjuangankedaung pada Juli 11, 2008

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) merupakan Partai yang paling favorit. Demikian hasil survey yang dilakukan secara nasional, yang dilansir lembaga survey Indo Barometer di Hotel Century Park, Jakarta, Rabu (9/7).

Hasil survey tersebut menunjukkan, PDI Perjuangan memperoleh nilai tertinggi sebesar 23,8 persen. Jauh mengungguli partai-partai lainnya seperti partai Golkar, Demokrat, PKS dan PKB.

“Urutan pertama adalah PDI Perjuangan 23,8 persen, disusul partai Golkar dengan perolehan 12 persen,” ungkap M. Qodari, Direktur Eksekutif Indo Barometer seraya mengungkapkan, survey independen ini diselenggarakan Indo Barometer dari tanggal 5-16 Juni 2008 .

Sebelumnya, pada tanggal 29 Juni 2009, Indo Barometer juga merilis hasil survey untuk pemilihan Presiden yang akan dilaksanakan tahun depan. Hasil dari survey yang melibatkan 1200 sampel yang diambil secara nasional pada 5-16 Juni itu menempatkan Ketua Umum Hj. Megawati Soekarnoputri memperoleh nilai tertinggi yaitu 30,4 persen, unggul atas SBY.

Dengan melihat hasil yang dikeluarkan oleh lembaga survei Indo Barometer tentang pilpres dan Partai favorit, karena PDI Perjuangan selama ini kerja keras partai berjalan dengan semestinya dan kesolidan kader menjadikan PDI Perjuangan selalu unggul.

Posted in Uncategorized | 1 Comment »

PDI Perjuangan Kuasai Bali-Maluku

Posted by rantingpdiperjuangankedaung pada Juli 10, 2008

Pasangan gubernur dan wakil gubernur yang didukung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDI Perjaungan dan koalisinya menguasai pemilihan kepala daerah di Provinsi Bali dan Provinsi Maluku, yang sama-sama dilaksanakan hari Rabu (9/7) kemarin.
Di Bali, pasangan Made Mangku Pastika-AA Ngurah Puspayoga, yang didukung PDI Perjuangan, untuk sementara memperoleh 56,40 persen suara, sedangkan pasangan Karel Albert Ralahalu-Said Assagaff yang diusung PDI Perjuangan bersama PKPI, PPNUI, PBR, dan Partai Demokrat meraih 61,81 persen suara.

Demikian hasil penghitungan cepat dari Lingkaran Survei Indonesia bersama Jaringan Isu Publik. Adapun menurut Lembaga Survei Indonesia, pasangan Pastika-Puspayoga unggul dengan 54,94 persen suara.

Lingkaran Survei Indonesia juga mencatat pasangan Cokorda Budi Suryawan-Nyoman Gede Suweta, dukungan Partai Golkar bersama enam partai lain, menempati posisi kedua dengan dukungan 25,09 persen, sedangkan pasangan Gede Winasa-Alit Putra (Partai Demokrat bersama 11 partai lain) memperoleh dukungan 18,51 persen suara. Penghitungan cepat dilakukan di 300 tempat pemungutan suara (TPS) dari 5.683 TPS.

Hasil penghitungan cepat Lembaga Survei Indonesia tak jauh berbeda. Cokorda Budi Suryawan-Nyoman Gede Suweta mengumpulkan 26,05 persen suara, sementara pasangan Gede Winasa-Alit Putra 19,01 persen suara. Total tingkat partisipasi warga Bali dalam pilkada kali ini mencapai 76,63 persen. Penghitungan cepat Lembaga Survei Indonesia ini dilakukan di 400 TPS di seluruh wilayah Bali.

Jika hasil penghitungan cepat oleh Lingkaran Survei Indonesia itu benar, itu jauh di atas prediksi kubu Cokorda Budi Suryawan-Nyoman Gede Suweta yang memperkirakan dukungan 40-50 persen.

Di tempat terpisah, Alit Putra menyatakan legowo dengan hasil itu.

Maluku

Di Maluku, pasangan Karel Albert Ralahalu-Said Assagaff menang telak dengan 61,81 persen suara berdasarkan penghitungan cepat Lingkaran Survei Indonesia dan Jaringan Isu Publik. Ralahalu-Assagaff menang di atas 50 persen di 8 kabupaten/kota.

Posisi kedua ditempati pasangan Abdullah Tuasikal-Septinus Hematang (26,04 persen) yang unggul di Kabupaten Maluku Tengah, disusul Azis Samual-Lukas Uwuratuw (6,15 persen) dan Muhammad Abdullah Latuconsina-Edward Frans (6 persen). Data itu berdasarkan analisis 87,71 persen sampel yang masuk per pukul 20.00. Jumlah sampel 350 TPS.

Setyadarma, Supervisor Riset Bidang Teknis, menilai perolehan suara itu tak ada banyak perubahan, terutama urutan pertama dan kedua.

Selisih urutan pertama dan kedua sangat jauh sehingga tidak akan mengubah posisi dengan sampling error 2 persen. Perubahan yang mungkin terjadi adalah urutan ketiga dan keempat karena selisihnya hanya 0,15 persen.

Eka Kusmayadi, Direktur Riset Jaringan Isu Publik, Rabu, menjelaskan, Ralahalu-Assagaff menang telak karena berdasarkan survei figur Ralahalu paling populer. Mayoritas pemilih menyukai Ralahalu karena dinilai berhasil memperbaiki keamanan pascakonflik. Masyarakat memandang kestabilan keamanan ini sebagai prestasi bagi Ralahalu.

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

PDI Perjuangan Nomor 28

Posted by rantingpdiperjuangankedaung pada Juli 10, 2008

PDI Perjuangan mendapat nomor urut 28 pada pengundian yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Rabu (9/7) di Jakarta, yang akan digunakan dalam Pemilu 2009.
Puan Maharani, yang hadir mewakili PDI Perjuangan dalam pengundian nomor tersebut, menganggap nomor 28 yang menjadi nomor urut partainya tidak menjadi masalah dan berpengaruh pada pemilu 2009 mendatang. “Tidak ada masalah dan tidak akan berpengaruh pada pemilu 2009 mendatang. PDI Perjuangan akan merebut kembali suara rakyat di pemilu 1999 yang lalu, dengan cara mengambil hati wong cilik,” ujar Puan.

Berikut ini urutan selengkapnya:

1. Partai Hati Nurani Rakyat
2. Partai Karya Peduli Bangsa
3. Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia
4. Partai Peduli Rakyat Nasional.
5. Partai Gerakan Indonesia Raya
6. Partai Barisan Nasional
7. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia
8. Partai Keadilan Sejahtera
9. Partai Amanat Nasional
10. Partai Perjuangan Indonesia Baru
11. Partai Kedaulatan
12. Partai Persatuan Daerah
13. Partai Kebangkitan Bangsa
14. Partai Pemuda Indonesia
15. Partai Nasional Indonesia Marhaenisme
16. Partai Demokrasi Pembaruan
17. Partai Karya Perjuangan
18. Partai Matahari Bangsa
19 Partai Penegak Demokrasi Indonesia
20. Partai Demokrasi Kebangsaan
21. Partai Republika Nusantara
22. Partai Pelopor
23. Partai Golongan Karya
24. Partai Persatuan Pembangunan
25. Partai Damai Sejahtera
26. Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia
27. Partai Bulan Bintang
28. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDI Perjuangan )
29. Partai Bintang Reformasi
30. Partai Patriot
31. Partai Demokrat
32. Partai Kasih Demokrasi Indonesia
33. Partai Indonesia Sejahtera
34. Partai Kebangkitan Nasional Ulama.

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Konsistensi PDIP di Bali

Posted by rantingpdiperjuangankedaung pada Juli 10, 2008

PEMILIHAN Gubernur Bali yang berakhir kemarin mencatat hasil menarik. Menarik karena untuk pertama kali dalam pilkada gubernur setahun terakhir seorang calon meraih suara lebih dari 50%. Sebelumnya, memang ada Fadel Muhammad yang menang lebih dari 70% di Pilkada Gorontalo.

Menurut perhitungan cepat yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI), calon Partai Demokrasi Demokrasi Perjuangan (PDIP) Made Mangku Pastika meraih 54% suara, jauh meninggalkan lawan-lawannya. Kemenangan Pastika agak berbeda dari kemenangan Fadel di Gorontalo dari sisi bobot kompetisi.

Fadel menang telak karena nyaris tanpa kompetitor. Lawannya bahkan harus ‘dibayar” untuk bertarung agar memenuhi syarat yang ditetapkan Undang-Undang tentang Pemilihan Kepala Daerah. Kemenangan Pastika yang telak di Bali diraih dalam kompetisi yang seru. Lawannya adalah tokoh-tokoh yang memiliki basis pengaruh yang tidak kecil.

Hasil Pilkada Bali menegaskan kembali bahwa kualitas tokoh adalah penting. Pastika selama berkarir di kepolisian dikenal sebagai orang bersih. Kredibilitas dan kapasitasnya mendunia ketika memimpin pengungkapan bom Bali.

Terlepas dari kapasitas individu, pemilihan Gubernur Bali menarik dari aspek ini. Yaitu hasil pemilihan gubernur sama dengan hasil pemilihan presiden tahun 2004. Di daerah lain hasil pemilihan gubernur bertolak belakang dengan hasil pemilihan presiden tahun 2004. Itu dialami Golkar di sejumlah daerah pemilihan.

Selain Bali, hasil paralel pemilihan gubernur dan pemilihan presiden yang dicatat PDIP adalah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam Pilkada yang baru lalu calon PDIP menang atas calon Golkar. Khusus untuk NTT, hasil pilkada (gubernur) tidak paralel dengan hasil pemilu legislatif yang dimenangkan Golkar. Hal ini berbeda dengan Bali di mana PDIP memperlihatkan konsistensi paralel antara pilkada (gubernur), pemilu legislatif, dan pemilhan presiden.

Apa yang bisa dijelaskan dari kemenangan PDIP di Bali? Tanpa meremehkan ketokohan seorang Made Mangku Pastika, Bali dan PDIP telah memperlihatkan integrasi antara partai dan pendukungnya. Integrasi inilah yang menjadi faktor tersulit dalam eksistensi partai-partai di Indonesia.

Ketika sebuah partai terintegrasi dengan rakyatnya, identitas tokoh dan kejernihan visi dan misi tidak lagi diperlukan. Telah tercipta fanatisme partai di kalangan pendukungnya. Fanatisme ini dalam beberapa hal terlihat ada di Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan PDIP di Bali.

Tidak seperti partai lain, pemilih PDIP di Bali tidak lagi menjadi pemilih yang liar. Rasionalitas mereka adalah rasionalitas fanatisme.

Adalah tidak mudah mencapai status integrasi antara partai dan pengikutnya.

Bagi orang Bali, PDIP dengan tokoh Megawati Soekarnoputri adalah buah temali tradisional-kultural. Soekarno yang menjadi pemimpin besar Indonesia dianggap dan dipuja sebagai anak kandung Bali. Megawati beruntung dari persepsi ini.

Di tempat lain, penderitaan Megawati selama masa pemerintahan Pak Harto tidak terlalu menjadi simpati yang bertahan lama. Terbukti PDIP hanya menang pemilu 1999 – setelah Mega dizalimi Orde Baru – tetapi kalah lagi dalam pemilu 2004 setelah Mega memerintah dan kader-kader PDIP berkiprah di berbagai daerah secara tidak siap.

Di Bali PDIP memiliki basis simpati kultural-tradisional. Inilah yang menciptakan integrasi yang awet antara PDIP dengan masyarakat Bali. Integrasi itu menemukan harmoni pada sosok Made Mangku Pastika. Seorang polisi yang berprestasi, rendah hati, dan bersih.

Analisis sosiologis seperti ini akan mendapat ujian baru dan berat bagi PDIP di Bali bila partai berlambang banteng gemuk bermoncong putih ini kelak tidak lagi memancarkan warisan Soekarno. Dengan kata lain, integrasi Bali dan PDIP akan mendapat ujian sesungguhnya pada era PDIP setelah Megawati.

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Fauzi Bowo: Partai Lain Harus Teladani PDI Perjuangan

Posted by rantingpdiperjuangankedaung pada Juni 17, 2008

Partai Demokrasi Indonesia PErjuangan (PDI Perjuangan) menjadi Partai politik yang harus diteladani oleh partai-partai lain. PDI Perjuangan merupakan satu-satunya partai politik yang memiliki Kode Etik. Demikian disampaikan Gubernur DKI Jakarta yang diusung PDI Perjuangan dan Koalisi Jakarta, Fauzi Bowo dalam sambutannya saat pembukaan Rapat Kerja Derah Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan DKI Jakarta, Minggu (15/6).

Gubernur DKI Jakarta yang diusung dari PDI Perjuangan ini mengatakan, dengan adanya kode etik partai akan menciptakan masyarakat yang mempunyai disiplin tinggi sehingga akan tumbuh menjadi masyarakat yang madani. “Dengan kerja keras dan kegotongroyongan, maka tujuan kita akan tercapai,” imbuh Gubernur yang akrab disapa bang Foke ini.

Dalam sambutannya hari itu, secara khusu bang Foke memberikan apresiasinya kepada para Pengurus Ranting dan Pengurus Anak Ranting PDI Perjuangan di seluruh DKI Jakarta yang telah bekerja keras dalam memenangkan calon yang diusung oleh Partai. Kalau tidak ada Ranting dan Anak Ranting, ‘bang kumis’ (julukan Foke saat kampanye pilgub DKI Jakarta lalu-red) tidak mungkin menjadi Gubernur DKI Jakarta sekarang,” ujar Fauzi Bowo yang sambut tepuk tangan dari semua peserta Rakerda

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Hari Ini, Hj. Megawati Soekarnoputri Bersilaturahim dengan Buruh, Petani dan Nelayan

Posted by rantingpdiperjuangankedaung pada Juni 17, 2008

Tokoh nasional Hj. Megawati Soekarnoputri kembali dijadwalkan untuk bersilaturahim dgn beberapa kelompok wong cilik seperti para buruh pabrik hingga komunitas petani dan nelayan dibeberapa wilayah di Kota Tegal dan Pemalang, Jawa Tengah, serta berkampanye untuk duet calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) Bibit Waluyo dan Sri Rustriningsih.

Di Tegal, Selasa (17/6), Mbak Mega dijadwalkan akan bersilaturahim dengan para buruh perkebunan teh dan para buruh pabrik yg memproduksi minuman teh dalam kemasan. Setelah itu, Mbak Mega dijadwalkan untuk bersilaturim dengan para buruh pabrik Pilkita.

Setelah bersilaturahim dengan para buruh perkebunan dan pabrik teh serta buruh dipabrik obat, Mbak Mega yang juga merupakan tokoh nasional itu akan melaksanakan tugas-tugasnya sebagai Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) yang sekaligus juga sebagai juru kampanye pemengangan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang diusung PDI Perjuangan, di hadapan ribuan masyarakat Tegal peserta gerak jalan sehat, di GOR Tri Sanja, Kota Tegal.

Dalam melaksanakan kegiatan dan tugasnya hari itu sebagai tokoh nasional dan Ketua Umum PDI Perjuangan, Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri didampingi oleh beberapa fungsionari DPP Partai, diantarnya, Dudhie M Murod, Tjahjo Kumolo, Daryatmo Mardiyanto dan Nabiel M Makarim, Ketua DPD PDI Perjuangan Murdoko dan para pengurus DPD Partai, para Ketua dan fungsionaris DPC/PAC/Ranting dan Anak Ranting Partai di Kota Tegal.

Selanjutnya, Presiden kelima RI ini beserta robongan dari DPP, DPD Partai dan para anggota legislatif PDI Perjuangan dari tingkat pusat hingga kabupaten/kota setempat melanjutkan kegiatan Silaturahim Mbak Mega Bersama Rakyat dengan bersilaturahim dengan para petani dan nelayan di sekitar pantai Widuri, Kabupaten Pemalang, Jateng. Kegiatan itu merupakan rangkaian akhir kegiatan Silaturahim Mbak Mega Bersama Rakyat di hari yang kedua ini

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Megawati says :

Posted by rantingpdiperjuangankedaung pada Juni 10, 2008

Megawati Soekarnoputri

Saya Bersedia Dicalonkan

Jakarta, 10 Sept 2007: “Dengan mengucap bismillahi-rahmanirrahim, saya… saya, Megawati Soekarnoputri, bersedia dicalonkan sebagai presiden dari PDIP,” kata Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri dengan suara haru di tengah sambutan sukacita dan histeris 16.400 kader peserta Rakornas PDIP di Hall A PRJ, Kemayoran, Jakarta 10 September 2007.

Pernyataan yang diucapkan dalam pidato tanpa teks saat menutup Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) PDI-P di Jakarta, Senin (10/9/07) sekitar pukul 20.05, itu langsung disambut gegap gempita peserta Rakornas yang datang dari seluruh Indonesia.

Pernyataan Megawati Soekarnoputri bersedia dicalonkan sebagai presiden pada Pemilihan Presiden 2009 menjadikan dirinya sebagai orang pertama yang secara resmi menyatakan akan maju dalam Pemilihan Presiden 2009.

Setelah sejenak berhenti dan terharu atas sambutan hangat dari para kader PDIP tersebut, Megawati melanjutkan: “Terima kasih. Sampaikan hal ini….” Kata-kata Mega terputus, saking riuhnya sorak-sorai kegembiraan para peserta Rakornas tersebut. Mega pun tidak kuasa melanjutkan kata-katanya. Pelupuk matanya basah, dia menangis terharu melihat respons luar biasa yang muncul dari para kadernya.

Di tengah suasana haru itu, tiba-tiba pembawa acara memberikan aba-aba: “Kita nyanyikan lagu Maju Tak Gentar.” Para kader PDIP pun serentak menyanyikan lagu ciptaan Cornel Simanjuntak itu dengan penuh penghayatan, bersemangat dan haru. Banyak di antara mereka yang meneteskan air mata.

Setelah untaian lirik lagu itu berakhir, Megawati kembali mempertegas kesediaannya itu. Tapi, suasana haru-biru yang menyelimuti ruangan besar itu, membuatnya tidak mampu menuntaskan kata-katanya. “Sekali lagi, sebagai ketua umum partai, saya Megawati Soekarnoputri…,” ujarnya masih terputus. Mega pun terharu dan tampak tidak kuasa menahan tetesan air mata. Suasana haru dan gembira dengan tepuk tangan dan teriakan “Mega presiden”, dan pekik “Merdeka” membahana.

Saat Mega sedang berusaha menenangkan dirinya itu, Taufik Kiemas bangkit dari kursinya dan berjalan pelan ke arah podium. Dia menghampiri Megawati dan mengecup kening sang istri yang semakin haru.

Para kader PDIP pun kembali menyanyikan lagu Maju Tak Gentar hingga dua kali. “Terima kasih. Saya yakin bahwa keseluruhan dari 16.400 orang ini akan memberitahukan keputusan saya sebagai Ketua Umum atau dari pribadi diri saya untuk disampaikan kepada seluruh warga PDIP dan masyarakat Indonesia di mana pun mereka berada,” seru Megawati. “Apakah kalian siap? Apakah kalian akan bekerja keras?” tanya Mega. “Siap, kami siap,” teriak ribuan kader partai membahana.

Megawati kemudian berpesan agar sepulang ke daerah masing-masing, para peserta Rakornas segera mengadakan rapat-rapat untuk menyosialisasikan keputusan Rakernas. “Seluruh jajaran struktural, eksekutif, dan legislatif harus mulai bekerja. Apa yang menjadi bahan evaluasi jangan sampai terjadi lagi,” pesannya.

Sebab, kata Mega, seiring dengan pernyataan kesediaannya, para lawan politiknya pasti segera mengalkulasi konsekuensi keputusan tersebut. Karena itu, seru Mega, kita bertekad merapatkan barisan. “Kita pasti bisa jika kita bersama rakyat. Kita pasti menang. Merdeka. Merdeka. Merdeka,” teriak Mega sekaligus menutup Rakornas PDIP.

Kesediaan Megawati untuk kembali dicalonkan sebagai presiden sebenarnya sudah mulai terbaca saat membuka Rakernas II PDI-P pada 8 September 2007. Kala Megawati mengatakan: “Jawaban saya, insya Allah akan seperti yang ada di dalam sanubari Anda semua.”

Namun, pernyataan kesediaan Megawati itu tetap mengejutkan dan mengharukan pengurus inti dan kader PDI-P. Sebab, Ketua Badan Pemenang Pemilu PDI-P Tjahjo Kumolo, Megawati sama sekali tidak memberi tahu DPP jika dia akan menyampaikan kesediaan malam ini.

“Rumah” Indonesia

Salah satu Rekomendasi Rapat Kerja Nasional (Rakornas) II PDI-P yang juga dibacakan dalam Rakornas PDI-P di PRJ Kemayoran, Jakarta, Senin (10/9/07) adalah kuatnya komitmen PDI-P berketetapan menjadikan dirinya sebagai rumah besar kaum nasionalis. Atas dasar itu, PDI-P mengajak semua elemen untuk menyusun rencana pembangunan Indonesia.

Butir ke-9 rekomendasi itu menyebutkan, “PDI-P berketetapan untuk menjadikan dirinya sebagai rumah besar kaum nasionalis, di mana perbedaan dan keanekaragaman budaya, bahasa, suku, dan agama adalah taman sarinya Indonesia. PDI-P tetap bertekad mengambil peran sebagai pemersatu dan penjaga kebhinnekaan Indonesia”.

PDI-P juga mengajak para cendekiawan, teknokrat, dan para pakar untuk bahu-membahu menyusun rencana pembangunan semesta Indonesia yang dapat dijadikan pedoman bagi seluruh bangsa dalam menatap masa depan Indonesia.

Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PDI-P Taufik Kiemas dalam pidato sambutannya mengajak semua kader untuk hidup berdampingan dengan partai lain. “Kita teman dalam bertanding, sahabat dalam bertanding,” ucapnya.
Pada acara penutupan Rakornas tersebut, PDI-P mengundang beberapa tokoh yang sebagian didaulat memberi sambutan untuk menyampaikan pandangannya. Tokoh partai yang hadir dan memberikan sambutan, Ketua Dewan Penasihat Partai Golkar Surya Paloh dan Ketua Majelis Pertimbangan Pusat Partai Persatuan Indonesia (PPP) Bachtiar Chamsyah.

Tokoh pimpinan lembaga negara yang hadir, antara lain, Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Hidayat Nur Wahid, dan Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah. Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso juga hadir.  Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso yang mengenakan dasi merah duduk di deretan kursi terdepan bersama Gubernur Kalteng Teras Narang dan Gubernur Sumut Rudolf Pardede.

Surya Paloh, dalam sambutannya yang tanpa teks dengan spontan memuji PDI-P. “Kalau ada yang bertanya kader mana yang paling militan dan partai mana yang paling kokoh dan bersungguh- sungguh memperjuangkan negara kesatuan, tidak usah bertanya, jawabannya pasti PDI Perjuangan,” ucap Surya Paloh yang disambut gemuruh tepuk tangan hadirin.

Sementara Ketua Majelis Pertimbangan Pusat Partai Persatuan Indonesia (PPP) Bachtiar Chamsyah pun berbagi pengalaman untuk membangun kepartaian di Indonesia. Dia berpesan, belajar dari pengalamannya yang pernah kalah dalam muktamar, dia mengimbau seluruh kader PDI-P agar apabila dalam musyawarah kalah, tidak usah membuat partai baru.

Pada bagian akhir acara, Sekjen PDIP Pramono Anung meminta segenap kader PDIP berturut-turut menyanyikan lagu Bagimu Negeri dan Sorak-Sorak Bergembira. Kemudian keseluruhan acara Rakornas lantas diakhiri dengan pembacaan doa yang dipimpin Ketua Umum PP Baitul Muslimin Indonesia Hamka Haq. ►ti/tsl

*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

PDI-P: Pemerintah Tidak Arif Soal SKB Ahmadiyah

Posted by rantingpdiperjuangankedaung pada Juni 10, 2008

AKARTA,SELASA – Tindakan Pemerintah menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) yang memerintahkan seluruh penganut, pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) menghentikan semua kegiatan yang tidak sesuai dengan penafsiran agama Islam pada umumnya dinilai tidak arif.

“Karena masih menimbulkan konflik antara yang puas atau tidak, yang setuju atau tidak,” ujar Ketua Fraksi PDI Perjuangan Cahyo Kumolo di Jakarta, Selasa (10/6).

Menurut Cahyo, seharusnya pemerintah terlebih dahulu mencari tahu apakah Ahmadiyah benar-benar menyimpang dari prinsip Islam meskipun Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengeluarkan fatwa sesat untuk Ahmadiyah. “Kan dari jaman Bung Karno sudah ada, kenapa baru sekarang ramainya,” tambah Cahyo.

Namun demikian, Fraksi PDI-P mengharapkan Pemerintah untuk tetap melindungi setiap warga untuk memeluk agamanya sesuai syariah yang sah.

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »